di penjuru kanan,
adalah petinju baik
kekuatan 80
kecerdasan 50
dan keberuntungan 50
di penjuru kiri,
adalah petinju jahat
kekuatan 80
kecerdasan 50
dan keberuntungan 50
siapa yang menang?
Search This Blog
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 November 2012
Rabu, 10 Oktober 2012
Langit merah
Langit subuh ini memerah
Mungkin planet Mars sangat bersinar hari ini
Kemudian kita, kau dan aku
tak bisa menemukan kemana haru biru itu, pergi.
Senin, 08 Oktober 2012
Matahari
Matahari, kenapa kau selalu menyinari kami?
Padahal yang diihasilkan hanya gelap, sepotong bayang.
Lalu, Waktu lama-lama akan menjadikanmu lumut
Kemudian, engkau lemah dan ditelan oleh hitam
Yang abadi saat itu hanya dingin.
Hingga kami tidak tahu mana bulan dan mana matahari
tak mengenal kata siang dan malam tapi hanya gelap
Sudikah kau?
Sabtu, 06 Oktober 2012
Emas
Saya tidak tahu kenapa orang menganggap emas itu berharga...
Mungkin barang itu memang langka,
Selain itu kelihatannya juga bagus.
oh, itu kenapa banyak orang mencarinya, yah...
Tapi, Tuhan juga langka bukan, di hanya Esa (Satu)
kenapa tidak ada mencarinya?
Tuhan bukan untuk di cari, tapi untuk di dekati...
Mungkin barang itu memang langka,
Selain itu kelihatannya juga bagus.
oh, itu kenapa banyak orang mencarinya, yah...
Tapi, Tuhan juga langka bukan, di hanya Esa (Satu)
kenapa tidak ada mencarinya?
Tuhan bukan untuk di cari, tapi untuk di dekati...
Pinrang, Okta 2012
Jumat, 21 September 2012
Hati yang Tua
Tua bukan tentang rambut yang memutih
Keriput yang bertambah, dan tentang penghlihatan yang
semakin kabur
Namun ini tentang hati yang semakin merasa tentang rasa
Semakin mengerti arti
kehidupan yang berarti ikhlas
Lalu, adzan berkumandang. Panggilan dari Tuhan
Tentang kunci dan sebuah lemari
Isinya, bukan emas. Tapi tentang rasa ‘bagai samudra’
Ini sederhana. Saking sederhana, semua melupakannya.
(Pinrang ji)
Rabu, 12 September 2012
Rumah Pohon
Di Sebidang ladang, ada rumah pohon yang tinggi
Dari atas,
Tepi langit yang memudar menjadi hijau
Lalu atap-atap rumah kecoklataan
Matahari tak jelas berwarna kuning atau jingga
Anak-anak lalu berlari, matanya sedikit sipit, mengarah ke
matahari
Mereka bertengkar sambil tertawa
Seorang nenek, di rumah pohon hanya tersenyum...
Sabtu, 08 September 2012
Sudut Kota
Di sudut kota
Ada hamparan luas,
tempat kita melihat titik-titik cahaya putih, kuning dan
merah diselimuti hitam
Ada atap luas tak tertabatas
Tempat kita menikmati bintang yang bersembunyi dibalik awan
Ada pohon dan gunung
Tempat kita diterpa angin dan menjelajahi warna
Di sudut kota... ada aku
Dan kau disampingku, bergandengan...
Bone-Pinrang 2012
Senin, 06 Agustus 2012
Diam
Dengarlah...
Separuh
malam kusajikan untukmu
Memahami
bintang yang berlinang air mata
Lalu kau
tetap terdiam, bisu...
Waktu
lalu meninggalkanku, jauh melupakanku
Tapi,
kau tetap diam, membisu padaku, pada waktu, pada alam yang semesta
‘Siang
telah datang’ waktu selalu menyahut, mengingatkan aku yang masih berpikir
Bayang masih saja menemaniku.
dan, kau! Dengarlah...
dan, kau! Dengarlah...
Pinrang,
Ramadhan 2012
Kamis, 02 Agustus 2012
Senja
Jadi,
mengapa kau suka senja?
Senja
hanyalah kenangan.
Menuju
kegelapan, dan ditemukannya dingin abadi...
lalu
kita akan melihat orang-orang akan terkurung sepi
menuju
malam yang semakin hitam
jadi,
mengapa kau suka senja?
Senja
hanya penanda
Bahwa kita
semakin keriput
Melewati
hari yang sama, lagi, lagi dan semakin lemah
Jadi,
mengapa kau suka senja?
Kau
diam, menatap matahari menyelam ke dasar laut
Senja
memang selalu membuatmu diam
Lalu kau
semakin terlihat hitam.
Gelap.
Pinrang, Ramadhan
2012
Rabu, 01 Agustus 2012
Tengah Gelap
Kita
selalu ada di tengah gelap
Menatap
cahaya kuning yang kemerlap
Tidak
sedang berbicara, dan
kunyanyikan
sebuah lagu untuk mu
nanana... yeyeyeah... uooohhh..
iyeyeaaah..
Untuk
malam mu, di pundakku
Kau
tidak tidur, hanya memejamkan mata
Dengar
suara lirihku, menyusup relung hatimu
Bintang
di atas pun semakin terang
Dan kau tak akan menghilang, kan?
Pinrang, Ramadhan
Senin, 30 Juli 2012
Hujan
Seseorang mungkin telah menangis
Di tengah bintang yang hilang
Mungkin karena itu, hujan mengguyur, dingin
Deras, sesekali
Lalu tersedu-sedu
Me-la(ha)p semuanya, air matanya
Tapi, masih basah
Kasihan dia, hujan...
Pinrang, Ramadhan 2012
Tuhan
Tuhan, entah siapa yang mulai,
Manusia yang membuatmu rumit
Atau Kau yang rumit?
Tidak Tuhan, bukan...
Aku tak ingin berbuat dosa,
Tapi itu sudah takdir,
aku bersujud, mohon ampun...
Pinrang, Ramadhan 2012
Minggu, 22 Juli 2012
Ponsel, Sms, Cinta
Malam ini aku melihatmu memegang ponsel
Aku memang tahu, kau selalu memegang ponsel
Dimana-mana, kapanpun.
Aku juga tahu, bahwa kau langganan sms gratisan yang
beribu-ribu itu
Tanganmu selalu sibuk mengetik, meski kau tak menatap layar
ponselmu
Itu hebat, pikirku.
Bukan tanpa alasan kau sibuk bermain sms
Kau primadona, bidadari, selalu saja menggoda
Tapi sederhana.
dan itu yang kusuka darimu.
Nomor ponsel mu tentu ada di ponselku,
Meski di kontakku bukan nama asli mu.
“Calon Pacar” sekiranya begitu
Jangan heran, semua orang memimpikannya.
Bukan hal sulit mendapatkan nomormu.
Meskipun agak malu-malu, seperti anak-anak
Kau akhirnya mengenalku sebagai kenalan bukan teman atau
yang lainnya
‘Pedekate’ mungkin kata tepat, alasan membuatku mengirim
sepucuk sms
Kupikir aku gugup, waktu terasa lama.
Malam ini, (ternyata) tetap tak ada balasan...
Sms kosong pun tidak.
Suatu Subuh
Suatu subuh...
hanya ada kau dan aku, di tengah ilalang
memegang bahu kita masing-masing
sambil duduk, saling berhadapan, saling menatap, mata
kita hanya hitam, gelap.
tidak menunggu merah, biru, dan kuning.
bukan juga putih, tapi cahaya.
tidak menunggu merah, biru, dan kuning.
bukan juga putih, tapi cahaya.
"Yah... jadi begitu..."
kabut keluar dari mulutmu, lalu kita kedinginan
sampai pagi, matahari menjelang
embun melekat di bulu matamu.
embun melekat di bulu matamu.
Pinrang, Ramadhan 2012
Langganan:
Postingan (Atom)